Misteri Henry IV (Jasad Tanpa Kepala)

Sejarah mencatat, Henry IV punya reputasi baik sebagai seorang raja. Salah satunya, ia mengeluarkan dekrit kebebasan beragama bagi pemeluk Protestan. Selama kepemimpinan Henry IV, sejumlah perusahaan didirikan untuk mengembangkan perdagangan Perancis dengan negeri-negeri jauh. Pada Desember 1600, sebuah perusahaan dibentuk untuk berdagang dengan Jepang dan Maluku. Dua kapal Perancis berlayar pada 1601. Salah satu kapal karam di Maladewa. Kapal kedua sukses mencapai Sri Lanka dan berhasil melakukan perdagangan dengan Aceh.

Namun pada 1610, hidup Henry IV berakhir seperti pendahulunya, Henry III, tewas dibunuh oleh fundamentalis katolik. Ia dimakamkan di Basilika Saint Denis di selatan Prancis -- jasadnya terbaring utuh hingga 1793.Pada tahun 1793, revolusi Prancis pecah. Rakyat yang marah menyerbu istana dan memenggal rajanya sendiri, Louis XVI.



Dendam dan amarah juga dilampiaskan pada para raja terdahulu. Rakyat menyerbu makam para raja. Mereka membuka makam, memutilasi jasad, dan lalu menguburkan sisa-sisa jasad itu di pekuburan umum di dekatnya. Dalam insiden ini kepala Henry IV hilang.

Lama kehilangan jejak, titik cerah muncul pada 1919, saat seorang pengoleksi barang antik Joseph-Emile Bourdais membeli kepala ini dari sebuah rumah lelang Drouot dengan harga tiga franc. Bourdais yang juga fotografer yakin ini adalah Henry IV. Dia pun menyimpan kepala ini dalam peti kaca di galerinya di Montmartre.

Sepeninggal Bourdais, kepala ini hendak diberikan kepada Museum Louvre. Tapi museum ini menolak dan kepala itu pun dijual kepada kolektor pribadi hingga penelitian ini dilakukan. Kolektor tersebut meminta namanya tak diungkap.(lip6)

Related Posts

Misteri Henry IV (Jasad Tanpa Kepala)
4/ 5
Oleh

Jangan lupa untuk memberikan komentarnya Disini...